Berteman dengan Orang-orang yang Ikhlas
Posted on | June 15, 2009 | No Comments
Faktor bisa mendorong ikhlas adalah berteman dan berkolusi dengan orang orang yang ikhlas serta hidup bersama mereka, agar dia bisa mengikuti irama langkah mereka, mengambil pelajaran dari mereka dan mencontoh ikhlas mereka. Karena dengan cara begini bisa diperoleh keberuntungan.
Nabi Muhammad SAW telah menggambarkan pengaruh persahabatan dengan rekan atau teman duduk dengan penggambaran yang sangat tepat dan mengena, seraya bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ialah seperti pembawa minyak wangi dan peniup tungku api pandai besi. Pembawa minyak wangi boleh jadi akan memberimu, boleh engkau bisa membeli darinya dan boleh jadi engkau mendapatkan bau yang harum darinya. Sedangkan peniup tungku api pandai besi, boleh jadi akan membakar pakaianmu dan boleh jadi engkau mendapatkan bau yang tidak sedap darinya” (Muttafaq Alaihi)
Maka kenalilah siapa yang menjadi saudara-saudaramu karena Allah, letakkanlah tanganmu diatas tangan mereka, belajarlah dari mereka, ajarilah mereka, tolong menolonglah dengan mereka dalam kebajikan dan taqwa, nasihat-nasihatilah dengan mereka kepada kebenaran dan kesabaran, kenalilah meraka di mesjid, di majlis yang menyebarkan kebaikan, dalam halaqah ilmu dan di medan dakwah di segala penjuru dunia.
Allah SWT berfirman: “Dan di antara orang orang yang Kami ciptakan ada umat yamg memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan” (Al-A’raf : 181)
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” ( Al-Ashr- 1-3)
Nasihatilah orang lain kepada kebenaran dan terimalah nasihat dari orang lain. Disana tidak ada orang mukmin yang merasa lebih kecil karena harus memberi nasihat dan tidak ada yang merasa lebih besar untuk diberi nasihat. Inilah makna nasihat menasihati yang menuntut adanya aksi timbal balik di antara kedua belah pihak.
Ihklas, perbuatan yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Banyak orang yang bangkrut amal ibadahnya karena dia tidak ikhlas, ketika dia berkata bahwa, “saya ikhlas menolong anda”, tapi kali berikutnya dia menggunjingkan amalannya tersebut dengan yang lain, maka hilanglah amal Ibadahnya.
Saat pertemanan dikemas cantik dalam suatu hubungan yang kerap dilihat dari sisi materi, mempertimbangkan untung dan rugi, bukan menjalankan Sunnahtullah, yaitu “Menjalin Silaturrahmi dan Persaudaraan”, maka tidak akan panjang tali persahabatan itu. Tapi jika diawali dengan niat untuk silaturrahmi, Insya Allah akan selalu ada jalan untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan.
Silaturrahmi sendiri terdiri atas dua suku kata, yakni Silah dan ar-Rahmi. Silah artinya hubungan atau menghubungkan sedangkan ar-Rahm berasal dari Rahima-Yarhamu-Rahmun/Rahmatan yang berarti lembut dan kasih sayang. Dengan demikian silaturahmi atau silaturahim secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan saudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab). Namun, silaturrahmi tidak hanya bagi saudara sedarah (senasab), tapi juga saudara seiman.
Barangsiapa menjalin Silaturrahmi maka dimuliakanlah hidupnya dan dibuka baginya pintu rizki. Tidak ada yang abadi dimuka bumi ini tanpa seijin Allah yang Rahiim. Semoga kita semua bisa bersabar dan benar-benar ikhlas serta mendapat Ridho Allah semata.
sumber: aa dede, arkum2x, dadan – Forum Kicaumania, rangkuman pribadi
Comments
Leave a Reply